Pengertian Konsumsi dan Tujuannya Dalam Kegiatan Ekonomi

pengertian-konsumsi

pengertian-konsumsi

Manusia akan melakukan kegiatan setiap harinya dengan tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegitan kegiatan yang dilakukan masyarakat tergantung dengan kebutuhannya masing-masing. Kebutuhan tersebut akan terus dilakukan karena semakin hari akan semakin bertambah dan berkembang dan dengan dihadapkan pada alat pemuas kebutuhan. Kegiatan dalam upaya untuk memebuhi kebutuhan lah yang disebut dengan kebutuhan ekonomi.

Dan pada pembahasan ini kita akan membahas salah satu kegiatan ekonomi yaitu konsumsi. Sudahkah kalian tau apa itu kebutuhan konsumsi? Dan apa tujuannya ?

Untuk lebih jelasnya mari kita ulas secara jelas apa itu konsumsi dan apa tujuannya.

 

Pengertian Konsumsi

Apa yang dimaksud dengan konsumsi ?

Nah sebelum saya jelaskan coba kalian ingat-inget kebutuhan yang selalu kalian gunakan.

Jadi Konsumsi merupakan setiap kegiatan menggunakan, memakai  dan menghabiskan kegunaan setiap barang baik itu digunakan secara berangsur-angsur atau secara sekali habis.

Contoh barang yang digunakan secara berangsur-angsur diantaranya buku pelajaran, tas, seragam, sepeda, mobil dan masih banyak barang yang lainnya.

Barang yang sudah digunakan manusia dalam kegiatan sehari-hari juga sudah dapat dikatakan kegiatan konsumsi. Barang-barang yang digunakan setiap manusia juga berbeda-beda tergantung umur.

 

Tujuan Konsumsi

Jadi apa tujuan kalian mengkonsumsi barang ?

Setiap manusia menggunakan barang tentu saja memiliki tujuannya yaitu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya demi kelangsungan hidupnya. Selain dengan jalannya kemajuan peradaban manusia dan kebutuhan hidup manusiamaka semakin hari kebutuhan manusia akan selalu bertambah dan semakin beraneka ragam.

Untuk itulah manusia harus selalu bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Dan dengan semakin besarnya penghasilan maka akan semakin besar pula kebutuhan atau pengeluarannya.

Lalu siapa saja yang melakukan kegiatan ekonomi?

Dalam ilmu ekonomi, pelaku kegiatan ekonomi kebanyakan dilakukan rumah tangga keluarga, rumah tangga negara dan suatu perusahaan.

Kegiatan ekonomi sangatlah penting dalam kegitan ekonomi demi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi sikap boros tidak dibenarkan. Setiap manusia juga harus selalu mempertimbangkan pengeluaran berdasarkan besarannya pendapatan dan harus selalu selektif dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Kita harus selalu mendahulukan kebutuhan-kebutuhan yang prioritas atau yang paling penting dahulu. Dan untuk mengelola hal tersebut maka harus membuat skala prioritas kebutuhan yang disesuaikan dengan pendapatannya. Ketika melakukan kegiatan konsumsi harus disesuaikan antara kebutuhan barang dan kebutuhan jasa.

Berdasarkan tujuannya, kegiatan konsumsi dapat dibedakan atas beberapa hal, diantaranya

  1. Konsumsi Produktif
    Konsumsi produktif merupakan konsumsi yang tujuannya untuk dapat menghasilkan barang ataupun jasa.
    Contoh konsumsi produktif : Pak Mursal seorang pengusaha tahu, pak mursal selalu membeli kedelai, mesin penggiling, panci, kompor dan lain-lain  yang bukan hanya untuk kebutuhan pribadi tetapi untuk melakukan usahanya. Diharapkan dengan menghasilkan tahu, maka akan dapat dijual ke pasar dan mengharapkan adanya keuntungan.
  1. Konsumsi Konsumtif/akhir
    Konsumsi konsumtif merupakan konsumsi dengan tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan sendiri.
    Contohnya : bu Juminah membeli perhiasan untuk digunakan sendiri.

 

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/

Pengertian Sistem Operasi (OS) Beserta Jenis dan Fungsinya

pengertian-sistem-operasi

pengertian-sistem-operasi

 

Selamat datang di situs kami, Kali ini saya akan membahas tentang sistem operasi atau yang populer dengan sebutan OS, Sistem operasi sendiri menjadi hal yang sangat penting yang sangat di butuh untuk memaksimalkan kerja sebuah perangkat. Tanpa adanya sistem operasi tentu perangkat komputerkita tidak bisa beroperasi. Berikut saya telah merangkum penjelasan tentang sistem operasi yang menyangkut pengertian, Jenis sistem operasi dan fungsinya lengkap.

Buat kamu yang suka belajar rumus rumus soal sebelum ujian, kami sarankan untuk mencoba mengakses situs rumus.co.id untuk latihan belajar disana

Pengertian Sistem Operasi (OS)

Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris biasa disebut operating system adalah komponen pengolah piranti lunak dasar (essential component) tersistem sebagai pengelola sumber daya perangkat keras komputer (hardware), dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program booting.
Sistem operasi juga memiliki penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pengolahan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.

Jenis-jenis Sistem Operasi (OS)

  1. Sistem Microsoft Windows – terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, dan Windows 8 yang dirilis pada Oktober 2012)).
  2. Sistem Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, Zeath OS (berbasis kernel linux yang dimodifikasi.)MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
  3. Sistem Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.6 (Snow Leopard). Musim panas 2011 direncanakan peluncuran versi 10.7 (Lion).

Fungsi Sistem Operasi (OS)

  • Sistem Operasi memungkinkan sumberdaya komputer digunakan secara efisien.
  • Sistem Operasi membuat komputer menjadi lebih mudah dan menarik serta nyaman untuk digunakan.
  • Sistem Operasi yang disusun/ diprogram sedemikian rupa memungkinkan menerima perubahan/ pengembangan baru yang efektif dan efisien, dapat melakukan pengujian sistem tanpa mengganggu layanan yang telah ada. Dikutipdari : https://id.wikipedia.org/
Demikian artikel tentang Pengertian Sistem Operasi (OS) Beserta Jenis dan Fungsinya , Semoga bermanfaat bagi para pembaca situs kami, Terima kasih 🙂

Teori Sewa Lahan dan Teori Nilai Lahan

Teori Sewa Lahan dan Teori Nilai Lahan

Teori Sewa Lahan dan Teori Nilai Lahan

Teori Sewa Lahan dan Teori Nilai Lahan

Pendekatan ekonomi untuk studi pola keruangan kota sebenarnya baru mulai mendapat perhatian besar pada tahun 1960-an. Akan tetapi, gagasan yang mengarah ke pendekatan ini telah muncul jauh sebelumnya. Terdapat tokoh yang menyampaikan gagasannya, antara lain Cooley (1894) dan Weber (1895) yang mengemukakan bahwa jalur transportasi memiliki peran cukup besar terhadap perkembangan kota. Selain itu, terdapat juga pendapat Hurd (1903) yang menyinggung masalah land values(nilai  ahan), rents (sewa lahan), dan costs (biaya) dalam suatu kota yang memiliki kaitan erat dengan penggunaan lahan.

  1.    Teori Sewa Lahan

Teori ini dikemukakan oleh Robert M. Haig (1926). Haig memiliki pandangan berbeda dengan pendapat sewa lahan menurut Hurd. Menurut teori ini, sewa lahan merupakan biaya pembayaran aksesibilitas atau penghematan biaya transportasi. Hal ini akan menentukan siapa yang berhak menempati suatu lokasi. Selanjutnya, teori ini disempurnakan oleh R.V. Retcliff pada tahun 1949. Menurut Retcliff, pusat kota memiliki aksesibilitas terbesar dan dari pusat kota ini nilai lahan akan menurun secara teratur ke arah luar. Pola penggunaan lahan akan terjadi dengan sendirinya karena adanya persaingan berbagai kegiatan untuk mendapatkan lokasi yang diinginkan. Persaingan akan diperhitungkan berdasarkan kemampuan menawar harga sewa lahan.

Menurut Retcliff, keruangan kota dibedakan menjadi 4 zona sebagai berikut.

  1.  Retailing functions, berada di pusat kota karena kelangsungan usaha ini memerlukan derajat aksesibilitas paling besar agar mendapatkan keuntungan maksimal. Oleh karena itu, usaha ini berani membayar harga sewa lahan tinggi. Contohnya, toko-toko yang menjual barang dengan frekuensi beli tinggi, seperti pakaian, atau frekuensi beli agak rendah, seperti perhiasan mahal.
  2.   Industrial and transportation zone, zona ini banyak ditempati oleh usaha industri dan perdagangan. Usaha ini membutuhkan lokasi sentral, namun kalah bersaing denganretailing functions dalam mendapatkan lahan.
  3. Residential zone, yaitu zona yang digunakan untuk perumahan.
  4. Agricultural zone, zona pertanian yang berlokasi di luar kota karena tidak memerlukan aksesibilitas besar.
  1.    Teori Nilai Lahan

Teori ini menjelaskan bahwa nilai lahan dan penggunaan lahan mempunyai kaitan yang erat. Nilai lahan dapat dilihat dari aspek pertanian maupun aksesibilitasnya. Dari aspek pertanian, lahan yang subur akan memiliki nilai yang tinggi. Lahan yang tidak subur juga akan memiliki nilai yang tinggi apabila memiliki kemudahan aksesibilitas sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan di luar sektor pertanian.


Baca Artikel Lainnya:

Peran Pengembangan Wilayah bagi Pembangunan Nasional

Peran Pengembangan Wilayah bagi Pembangunan Nasional

Peran Pengembangan Wilayah bagi Pembangunan Nasional

Peran Pengembangan Wilayah bagi Pembangunan Nasional

Secara garis besar, peran pengembangan wilayah bagi pembangunan nasional terdiri atas peran sebagai upaya untuk mengurangi ketimpangan wilayah dalam rangka pemerataan pembangunan serta peran dalam antisipasi globalisasi dan perdagangan bebas. Ketimpangan atau kesenjangan antarwilayah harus dikurangi agar dapat menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat. Sementara itu, antisipasi globalisasi dan perdagangan bebas harus dilakukan agar setiap wilayah siap dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan bebas sehingga dapat memperoleh keuntungan dari hal tersebut.

  1. Pengembangan Wilayah sebagai Upaya Mengurangi Ketimpangan Wilayah

Ketimpangan antarwilayah masih saja tetap ada meskipun pengembangan wilayah telah terus dilakukan. Ketimpangan antarwilayah dapat terjadi akibat pengaruh faktor berikut.

  1. Faktor geografis, suatu wilayah yang baik kondisi geografisnya akan cenderung lebih berkembang dibandingkan dengan wilayah dengan kondisi geografis yang kurang menguntungkan.
  2. Faktor sejarah, berkaitan dengan bentuk organisasi dan kehidupan perekonomian masyarakat pada masa lalu.
  3. Faktor sosial, berhubungan dengan perilaku masyarakat di suatu wilayah. Apabila perilaku masyarakat kondusif, maka akan dapat mendorong pengembangan wilayah secara lebih baik.
  4. Faktor politik, kondisi politik yang tidak stabil akan menyebabkan gangguan di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi.
  5. Faktor administratif, suatu wilayah yang memiliki birokrasi baik, efisien, dan tidak berbelit-belit akan lebih mampu mengundang investor dibandingkan dengan wilayah yang birokrasinya berbelit-belit.

Pengembangan wilayah yang akan dilakukan harus melalui proses perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut dimaksudkan agar dalam pengembangan wilayah semua wilayah dapat melaksanakan pembangunan secara proporsional dan merata sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing wilayah (Soekartawi, 1990). Apabila perencanaan dan pengembangan wilayah dapat berjalan dengan baik, maka diharapkan kemandirian wilayah dapat tumbuh dan berkembang sendiri atas dasar kekuatan sendiri.

  1. Pengembangan Wilayah sebagai Antisipasi Globalisasi dan Perdagangan Bebas

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan batas dan jarak antarwilayah sudah tidak lagi menjadi hambatan bagi orang untuk berhubungan dengan orang lainnya. Kondisi ini mendorong sistem kehidupan yang menuju ke arah globalisasi dalam berbagai bidang. Demikian juga dalam kehidupan bernegara, dalam era globalisasi, perkembangan suatu negara sangat berkaitan dengan negara lain. Keterkaitan dengan negara lain ini diwujudkan dengan membentuk kerja sama yang saling menguntungkan antarnegara.

Globalisasi mendorong peningkatan interaksi perekonomian di dalam suatu negara maupun antarnegara. Interaksi tersebut meliputi aspek investasi, perdagangan, tenaga kerja dan modal asing, keuangan dan perbankan internasional, serta arus devisa. Investasi tidak lagi terbatas, tetapi terus mengalir ke berbagai belahan dunia manapun yang memiliki daya tarik. Dalam bidang industri, globalisasi berorientasi pada permintaan secara global, tidak lagi hanya berorientasi pada daerah atau negara saja. Globalisasi yang seperti ini mendorong timbulnya perdagangan bebas antarnegara.

Dalam rangka menghadapi perdagangan bebas, setiap wilayah harus dapat mengevaluasi daya saing perekonomiannya masing-masing. Diharapkan dengan adanya evaluasi ini, maka setiap wilayah mampu memiliki peranan besar dalam pembangunan, diawali dari bidang ekonomi. Dalam melakukan pengembangan wilayah, daya saing yang dimiliki oleh masing-masing wilayah dapat dikaji terlebih dahulu untuk memacu pembangunan ekonomi dan memperluas pasar perekonomian global. Selain itu, dengan pengembangan wilayah, suatu wilayah dapat dipacu untuk memiliki kompetisi inti. Kompetensi inti merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh wilayah sebagai sumber keunggulan untuk bersaing dengan wilayah yang lainnya.


Baca Artikel Lainnya:

Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial

Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial

Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial

Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial

a. Lembaga kepolisian

Galleta.Co.Id – Polisi merupakan aparat resmi pemerintah untuk menertibkan keamanan. Tugas-tugas polisi, antara lain memelihara ketertiban masyarakat, menjaga dan menahan setiap anggota masyarakat yang dituduh dan dicurigai melakukan kejahatan yang meresahkan masyarakat, misalnya pencuri, perampok dan pembunuh.

b. Pengadilan

Pengadilan lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk menangani perselisihan atau pelanggaran kaidah di dalam masyarakat. Pengadilan memiliki unsur-unsur yang saling berhubungan satu sama lain. Unsur-nsur yang saling berhubungan dengan pengadilan adalah hakim, jaksa dan pengacara. Dalam proses persidangan, jaksa bertugas menuntut pelaku untuk dijatuhi hukuman sesuai peraturan yanag berlaku. Hakim bertugas menetapkan dan menjatuhkan putusan berdasarkan data dan keterangan resmi yang diungkapkan di persidangan. Pengacara atau pembela bertugas mendampingi pelaku dalam memberikan pembelaan.

c. Tokoh adat

Tokoh adat adalah pihak ang berperan menegakkan aturan adat. Peranan tokoh adat adalah sangat penting dalam pengendalian sosial. Tokoh adat berperan dalam membina dan mengendalikan sikap dan tingkah laku warga masyarakat agar sesuai dengan ketentuan adat.

d. Tokoh agama

Tokoh agama adalah orang yang memiliki pemahaman luas tentang agama dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan pemahaman tersebut. Pengendalian yang dilakukan tokoh agama terutama ditujukan untuk menentang perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma agama.

e. Tokoh masyarakat

Tokoh masyarakat adalah setiap orang yang memiliki pengaruh besar, dihormati, dan disegani dalam suatu masyarakat karena aktivitasnya, kecakapannya dan sifat-sifat tertentu yang dimilikinya.