Fenomena Superkonduktor Mati Mendadak, Ahli Sebut Energi Kuantum Bermasalah

Sugeng rawuh Galleta di Portal Ini!

LONDON – Misteri superkonduktor semakin dalam setelah para ilmuwan Universitas Stanford mengamati “kematian mendadak” fluktuasi kuantum pada material superkonduktor. Fenomena Superkonduktor Mati Mendadak, Ahli Sebut Energi Kuantum Bermasalah

Perubahan kuantum ini, yang dikenal sebagai “perubahan pasangan”, diyakini memainkan peran penting dalam fenomena superkonduktivitas. Spesifikasi CN-235 200, Pesawat Buatan Indonesia yang Diminati Banyak Negara Luar

Seperti diberitakan Wion News, Minggu (4/2/2024), superkonduktivitas merupakan fenomena di mana beberapa material kehilangan seluruh hambatan listriknya pada suhu rendah.

Hal ini memungkinkan listrik mengalir tanpa kehilangan energi. Superkonduktivitas memiliki banyak penerapan potensial, seperti:

Transmisi daya yang lebih efisien: Superkonduktor dapat digunakan untuk membuat kabel yang dapat mengirimkan daya dalam jarak jauh tanpa kehilangan energi.

MRI dan Levitasi Magnetik: Superkonduktor digunakan dalam magnet superkonduktor yang kuat untuk MRI dan levitasi magnetik.

Komputer kuantum: Superkonduktor dapat digunakan untuk membuat qubit, unit informasi dasar dalam komputer kuantum.

Fluktuasi kuantum adalah fluktuasi acak pada nilai-nilai besaran fisis, seperti energi, momentum, dan posisi. Fluktuasi ini muncul karena sifat probabilistik dari mekanika kuantum. Fenomena Superkonduktor Mati Mendadak, Ahli Sebut Energi Kuantum Bermasalah

Para ilmuwan percaya bahwa fluktuasi kuantum memainkan peran penting dalam superkonduktivitas. Fluktuasi ini dapat menyebabkan elektron berpasangan, yang dapat mengalir bebas melalui material.