Pendidikan-informal-definisi-ciri-fungsi-contoh
Pendidikan

Pendidikan informal: definisi, ciri, fungsi, contoh

Pendidikan informal

Pendidikan informal merupakan salah satu bentuk pembelajaran di lingkungan keluarga yang berupa kegiatan belajar mandiri, berupa pendidikan oleh keluarga dan lingkungan. Dimana peran keluarga khususnya orang tua sangat berpengaruh besar terhadap pembentukan tingkah laku, karakter dan sikap anak kelak. Memang peran orang tua sangat penting dalam proses pembelajaran, namun di sinilah anak-anak tidak hanya bisa memperoleh ilmu. Anak-anak dapat belajar dari siapa saja, termasuk teman, kerabat, bahkan orang asing, atau fenomena yang mereka lihat, baca, dengar, dan rasakan. Oleh karena itu, perlunya pengawasan orang tua terhadap anak perlu memperhatikan hubungan dengan anak yang bersosialisasi dengannya dan mencontohkan hal-hal yang baik sebagai orang tua.

Pendidikan-informal-definisi-ciri-fungsi-contoh
Karakteristik pendidikan informal

Berikut ciri-ciri pendidikan informal, antara lain:

Orang tua adalah guru bagi siswa.
Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi.
Siswa tidak perlu mengikuti ujian tertentu.
Proses pendidikan dilakukan oleh keluarga dan lingkungan.
Tidak ada kurikulum khusus yang perlu diikuti.
Tidak ada tingkatan dalam proses pendidikan.
Proses pendidikan dilakukan terus menerus tanpa mengenal ruang dan waktu
Belum ada manajemen yang jelas dalam proses pembelajaran.
Tidak ada materi khusus yang harus diserahkan secara resmi
Tidak ada lembaga sebagai penyelenggara
Proses pembelajaran berlangsung tanpa pendidik dan siswa, melainkan antara orang tua dan anak atau
antara kakak dan adik.
Tidak mengakui persyaratan usia.
Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi.

Baca Lainnya: Memahami Wabah

Fungsi pendidikan informal

Fungsi pendidikan informal meliputi:

Membantu meningkatkan hasil belajar anak, baik di pendidikan formal maupun nonformal.
Mengontrol dan memotivasi anak untuk belajar lebih aktif.
Mendukung pertumbuhan fisik dan mental anak, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan.
Pembentukan kepribadian anak menggunakan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan, keterampilan dan perkembangan anak.
Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi atau bakatnya.
Membantu siswa menjadi lebih mandiri dan memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Peran orang tua

Berikut peran orang tua dalam panutan pendidikan informal bagi anak, antara lain:

Peran orang tua sebagai pendidik Dalam keluarga, orang tua selalu melakukan komunikasi dua arah yaitu instruktif, demokratis, jujur, tidak kritis, terbuka, informatif dan tegas. Di sini orang tua harus dihukum jika anak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang ada. Misalnya, jika Anda melakukan kejahatan, anak harus ditegur dan diajarkan untuk tidak menyakiti lagi.
Peran orang tua sebagai pemandu Nama Guiding memberikan arahan dan motivasi dengan tujuan membantu anak berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya.
Peran Orang Tua sebagai Teladan Orang tua perlu mengatakan hal-hal yang baik dan contoh perbuatan baik. Mengapa? Karena secara tidak langsung, anak meniru teladan orang tuanya.
Peran orang tua sebagai pengontrol Kontrol yang dirujuk di sini lebih berfungsi untuk orang yang mengontrol dan melakukan koreksi jika perlu. Ketika seorang anak berjalan di jalan yang salah, adalah tepat untuk menuntun mereka kembali ke jalan yang benar.
Peran orang tua sebagai perantara Orang tua menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung anak. Hal tersebut bertujuan agar anak mengarah pada pola pendidikan yang baik.
Peran orang tua sebagai motivator Prinsip “Tut Wuri Handayani” diterapkan oleh orang tua. Untuk mendorong anak-anak mereka agar mau dan senang belajar.
Peran Orang Tua sebagai Inovator Dalam peran ini, orang tua perlu melakukan terobosan baru yang dapat memacu pembelajaran anak. Tidak ada perasaan kenyang.

Baca lebih lanjut: Bahasa adalah
Contoh pendidikan informal
1. Pendidikan karakter

Orang tua mengajari anaknya nilai-nilai moral dalam sikap dan tingkah lakunya, diajari dan diajari bagaimana menjadikan anak menjadi pribadi yang baik dan hormat serta patuh kepada orang tua, menolong orang tua, menolong teman, saling menghormati antar umat beragama, meminta maaf atas ketidakadilan dan mengulang Jangan lakukan itu, ucapkan terima kasih bila sudah membantu
2. Pengajaran agama

Peletakan Landasan Agama Anak-anak merupakan waktu terbaik untuk mengajarkan nilai-nilai dasar agama. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana religius menjadi telur besar

 

LIHAT JUGA :

https://rollingstone.co.id/
https://www.gurupendidikan.co.id/
https://www.dosenpendidikan.co.id/
https://www.kuliahbahasainggris.com/
https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
https://www.ilmubahasainggris.com/
https://www.dulurtekno.co.id/
https://teknosentrik.com/
https://www.mobifrance.com/

Anda mungkin juga suka...